Februari 02, 2009

KATA PENGANTAR


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuasa, Penguasa yang sebenarnya di alam ghoib dan di alam nyata/materi, yang wajib ditaati segala hukum-Nya di seluruh alam semesta.

Berkah dan rakhmat semoga dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, dan keluarganya, sahabar-sahabatnya dan seluruh pengikut Al-Qur”an, yang setia dan utuh tauhidnya, yang gemar bertaqwa dan berbuat bakti. Serta semoga keselamatan di dunia dan di akhirat senantiasa dilimpahkan Allah kepada kita semua.

Tulisan ini saya sajikan untuk anda semua, semoga tulisan yang hanya sebuah ungkapan dan khayalan ini, bisa bermanfaat bagi kita semua.


Wassalam,

Ureh Sinting








1………………………………………(Judulnya terserah Anda)

Sebagaimana kita ketahui, baik lewat pelajaran formar maupun informal sejak jaman dahulu nenek moyang kita khususnya yang ada di jawa, sangat gemar mempelajari ilmu “ghoib”, baik yang bersifat rahasia ataupun secara terang-terangan. Mereka belajar ilmu ghoib dengan tujuan yang berbeda satu sama lain. Di antaranya ada yang bertujuan agar sakti, kebal senjata, kebal api, kebal racun dan ada pula yang bertujuan bisa mengobati orang sakit dan lain sebagainya, itu semua termasuk ilmu ghoib. Disebut ghoib karena tidak bisa ditangkap dengan panca indera kita, se akan-akan tidak masuk akal.

Menurut ajaran agama Islam seperti yang tertulis dalam Al Qur”an surat Al-Isra 17 ayat 85 yang artinya kurang lebih sebagai berikut : Dan mereka bertanya kepadamu tentang Roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Jadi dalam hal tersebut, manusia tidak diberi pengetahuan tentang Roh secara luas, kecuali hanya sedikit. Pengetahuan yang sedikitnya ini membuat saya penasaran dan selalu bertanya semoga pembaca mau berbagi pengalaman ilmu di bidang ini.

Ada sedikit yang diketahui tentang makhluk ghoib, yakni makhluk yang tidak dapat diketahui dengan panca indera dan tak berbadan materi. Lain halnya unsur suatu atom. Kalau unsur atom atau bahkan bagian-bagian atom itu sendiri yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata biasa (tanpa menggunakan suatu alat super canggih) tetap tidak bisa disebut ghoib. Karena atom adalah materi, maka tidak disebut benda ghoib.

Makhluk ghoib ini juga mempunyai sifat “hidup” seperti halnya manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan. Halnya saja makhluk ghoib tidak berbadan materi melainkan berbadan “astral”, badan astral ini kita sebut saja badan halus karena tidak bisa disentuh dengan panca indera.

Menurut ajaran Islam seperti yang tertulis di dalam Al Qur”an, makhluk ghoib secara garis besar dibaga atas 4(empat) golongan, yaitu :
-Malaikat
-Jin
-Setan/Iblis
-Manusia yang sudah meninggal dunia.

Antara ke empat makhluk tersebut ada perbedaanya satu dengan yang lainnya, yaitu di bidang budi dan fungsi.

Malaikat seluruhnya berbudi luhur, kecuali golongan “Iblis/Setan” berbudi rendah atau sangat jahat. Karena kesombongannya maka iblis dimurkai Allah SWT.

Kalau jin terbagi menjadi dua, yaitu jin berbudi luhur (termasuk jin Islam) dan jin berbudi rendah (jin jahat), Iblis merupakan dedengkot kaum setan dan jin jahat.

Sedang manusia yang telah meninggal juga tinggal di alam ghoib. Manusia di alam ghoib juga berbadan, yaitu berbadan astral atau berbadan halus (badan rohani). Derajat yang tinggi dicapai oleh mereka yang ketika hidupnya bertaqwa dan beramal sholeh. Sedang derajat yang rendah dihuni oleh mereka yang kafir, musyrik, munafik dan fasiq.

Roh manusia yang berderajat luhur berada di alam yang pergaulannya dengan makhluk-makhluk luhur. Bila sewaktu hidupnya di dunia mempunyai niat ingin berhimpun dengan golongan jin luhur, kalau Allah SWT menghendaki tentu tercapai cita-citanya.

Sementara roh manusia yang selama hidup di dunia bersikap menyerahkan diri mereka kepada jin jahat, setan dan iblis, mereka hidup di dalam perbudakan dan siksaan di lingkungan jin jahat, setan atau iblis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar